Author : Mustakim

Publish: Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 7

Abstrak:
Pendidikan menjadi sebuah wadah untuk mengembangkan potensi-potensi sumber daya manusia di suatu daerah. Berbagai bentuk penghargaan akan diberikan kepada daerah yang memiliki potensi terbaik terkait pendidikan. Penentuan dan scoring tersebut dilakukan oleh dinas terkait untuk mencari alternatif terbaik dari serangkaian alternatif yang ada. Konsep pada group Multi-Atribute Decision Making (MADM) diterapkan dalam pengambilan kebijakan dengan mengusung metode Simple Aditive Weighting (SAW), Weighting Product (WP), Tecnique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dan metode perbandingan berpasangan Analytic Hierarchy Process (AHP). Keputusan yang dihasilkan berupa scoring daerah terpilih berdasarkan penghitungan dan analisis metode yang digunakan baik hasil masing-masing metode maupun hasil hybrid method. Dalam riset ini terdapat tiga alternatif terpilih yaitu A11, A6 dan A8 untuk setiap masing-masing metode maupun penggabungan metode. Pengambil kebijakan menetapkan hybrid method sebagai hasil final yang dijadikan acuan pengambilan keputusan dengan persentase nilai berturut-turut adalah 17,64%, 14,39% dan 13,08%.

Kata kunci: Analytic Hierarchy Process, Multi-Atribute Decision Making, Simple Aditive Weighting, Scoring, Weighting Product

Kesimpulan:
Dari hasil penelitian ini telah dilakukan penghitungan, pengujian metode dan analisis, maka dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan untuk kasus scoring wilayah berdasarkan tingkat pendidikan penduduk di Provinsi Riau memiliki hasil alternatif keputusan terpilih yaitu A11, A6 dan A8 untuk masing-masing metode. Persentase yang dihasilkan dari hybrid method keempat metode SAW, WP, TOPSIS dan AHP memiliki hasil keputusan yang sama yaitu A11, A6 dan A8 dengan nilai masing-masing 17,64%, 14,39% dan 13,08%. Berdasarkan analisis, WP merupakan metode dengan trend hasil keputusan yang berbeda dengan yang lainnya tetapi memiliki hasil keputusan yang sama, hal tersebut disebabkan adanya sensitifitas nilai negatif dan positif terhadap pemangkatan dalam menghubungkan rating atribut. Hasil membuktikan tidak ada perbedaan keputusan antara hybrid 4 metode yang digunakan dengan hybrid 3 metode tanpa WP. Dapat ditarik kesimpulan bahwa metode ini dapat digunakan untuk kasus scoring wilayah berdasarkan tingkat pendidikannya dengan mengambil hasil keputusan final hybrid ke 4 metode yang digunakan.

Sumber Gambar