PENDAHULUAN

“The goal of a designer is to listen, observe, understand, sympathize, empathize, synthesize, and glean insights that enable him or her to ‘make the invisible visible.’ – Hillman Curtis

Design Thinking sudah ada sejak tahun 1969 dan tetap berkembang hingga saat ini. Pada dasarnya Design Thinking adalah sebuah metedologi desain yang memberikan sebuah pendekatan berbasis solusi terhadap masalah-masalah untuk di selesaikan dan berpusat pada Manusia. Design thinking merupakan framework yang dapat digunakan oleh seorang UX designer untuk mengatasi masalah yang besar, kompleks, yang begitu rumit atau bahkan Sebagian besar tidak diketahui di dalam proses pengembangan sebuah produk.

Dalam hal ini kita akan membahas tahapan-tahapan dan model apa saja yang ada di dalam proses design thinking untuk mencapai sebuah solusi, ada 5 tahapan model design thinking menurut the Hasso-Plattner Institute of Design at Stanford (d.school). d.school adalah sebuah universitas terkemuka dalam bidang design thinking, di dalam pengajarannya ada 5 tahapan model, yaitu :

  1. Empathise
  2. Define
  3. Ideate
  4. Prototype
  5. Test

Dan berikut penjelasannya.

1. Empathise

Pada tahapan yang pertama dari proses design thinking ini adalah untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang coba diselesaikan. Empati sangat penting dalam sebuah proses desain yang metodenya berpusat pada Manusia. Empati berguna untuk mengesampingkan asumsi kita sendiri untuk mendapatkan informasi tentang pengguna dan apa yang mereka butuhkan.

2. Define

Dalam tahap ini kita akan melakukan penetapan masalah berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan selama tahap empathise, kemudian dianalisis sehingga mendapatkan inti permasalahan yang akan diidentifikasi.

3. Ideate

Kemudian setalah menetapkan permasalahan yang ada pada pengguna, maka dilakukan Langkah Ideating atau tahap menghasilkan banyak ide-ide yang diberikan di dalam sebuah tim, semua ide akan diterima dan di kumpulkan yang berguna untuk menyelesaikan permasalahan yang telah ditetapkan pada proses define.

4. Prototype

Pada tahap ini maka akan dihasilkanlah beberapa versi prototype produk yang spesifik, prototype dapat diuji dan dibagikan ke dalam tim sendiri, dan divisi lain pada perusahaan tersebut, atau pada sekelompok orang yang berada diluar tim desain, ini adalah fase eksperimental yang bertujuan untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk

tiap masalah yang diidentifikasi selama 3 proses diatas. Maka satu persatu prototype tersebut akan diperiksa ulang atau ditolak berdasarkan User Experience sehingga akan menemukan hasil terbaik dari masalah yang ada sebelumnya.

5. Test

Setelah melakukan proses diatas, maka sampailah kita pada proses pengujian dan evaluasi, fase ini berguna untuk melakukan penyempurnaan dan menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang produk dan penggunanya.

Dari 5 proses diatas, jika ada yang kesalahan dalam melakukan dalam salah satu langkahnya, maka akan dapat memungkinkan untuk kita perbaiki ulang. Misalnya ada kegagalan pada define, Maka kita dapat mengulang dari tahap empathise.

“Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.” – Steve Jobs

REFERENSI

[1]. https://www.interaction-design.org/literature/article/5-stages-in-the-design- thinking-process diakses 19 April 2020

[2].https://uxdesign.cc/user-experience-is-design-thinking-2428a0a360c2 diakses 19 April 2020

[3].https://dschool.stanford.edu/resources/getting-started-with-design-thinking diakses 19 April 2020

Original Create by : Achmad Harpin Asrori

Sumber Gambar