PENDAHULUAN

Konten visual merupakan salah satu “senjata rahasia” dalam berinteraksi, baik pada sosial media, website, media pembelajaran, media promosi bahkan sistem dan aplikasi semuanya menggunakan konten visual dalam berinteraksi dengan user. Konten visual yang paling sering digunakan sebagai media interaksi adalah gambar. Gambar sendiri memiliki berbagai format file dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lantas, bagaimana cara kita memilih format file gambar?

Format file gambar yang ideal ditentukan dengan bagaimana gambar tersebut akan di gunakan. Apakah format file digunakan untuk menghemat penyimpanan? Mempersingkat loading time? Menampilkan animasi singkat? Atau untuk menampilkan gambar dengan kualitas tinggi?

Terdapat empat format file gambar yang paling sering digunakan yaitu JPG, GIF, PNG dan SVG, keempat format file gambar tersebut telah bersaing selama beberapa dekade. Rincian dari keempat format file tersebut akan dijelaskan secara rinci pada penjelasan berikut ini, sehingga anda dapat menggunakan format file yang tepat.

JPG / JPEG

Format file JPG (Joint Photographic Experts Group) diciptakan pada tahun 1986. Format gambar ini membutuhkan ruang penyimpanan yang tergolong kecil, dan cepat untuk proses upload dan download. JPG mendukung jutaan warna, jadi jenis file ini sangat ideal untuk real-life image, seperti foto. Cocok untuk website, man merupakan pilihan terbaik saat memposting di sosial media. Faktanya Sebagian besar kamera digital dan smartphone menyimpan foto dengan format JPG.

Format JPG adalah “Lossy” yang artinya, saat file dikompresi, beberapa informasi didalam file terhapus secara permanen. Maka, saat sebuah file gambar dikonversi ke JPG, kualitas gambar terebut akan berkurang. Format JPG sangat cocok untuk digunakan jika kita tidak memerlukan transparansi, menggunakan teks di dalamnya atau untuk keperluan animasi.

GIF

Format file GIF (Graphics Interchage Format) muncul pada tahun 1987, format ini diciptakan untuk menghilangkan rasa sakit hati ketika mengirim gambar dengan koneksi jaringan yang lambat atau bandwidth yang rendah. GIF bersifat “Lossless”, berlawanan dengan format JPG yang “Lossy”, artinya GIF menyimpan semua data yang ada dalam file gambar, tetapi ukuran file nya lebih kecil dari JPG karena, hanya menampung hingga 256 warna. GIF dimaksudkan untuk ikon grafis sederhana, tetapi dengan catatan penting, format file ini bisa dianimasikan!

PNG

Format file PNG (Portable Network Graphics) diciptakan pada tahun 1995 untuk menggantikan GIF untuk mengatasi beberapa masalah. Jika ukuran file tidak jadi masalah, dan anda bekerja dengan gambar yang lebih komples, PNG mungkin merupakan pilihan terbaik. PNG-8 mirip dengan GIV yang menampung 256 warna dan transparansi. PNG-24 seperti JPG dapat mendukung hingga 16 juta warna. PNG sering digunakan untuk gambar statis seperti JPG, namun PNG juga bisa untuk animasi. Sama seperti GIF, PNG juga “Lossless”, jadi anda tidak kehilangan data apapun saat kompresi, dan PNG ideal untuk grafik yang terperinci, atau anda masih bekerja dengan file yang masih diedit. Karena PNG satu-satunya format raster yang mendukung transparansi!

SVG

Yang terbaru dari semua jenis file, SVG (Scalable Vector Graphic) adalah format file vector yang dirilis pada tahun 2001, dan lebih kuat dari file lain, tidak seperti format raster yang terlihat di JPG, GIF dan PNG, gambar SGV tetap jernih dan jelas pada resolusi atau ukuran apapun. Itu karena SVG dibentuk dengan garis-garis dan lengkungan-lengkungan yang dibentuk secara matematis, bukan piksel. SVG dapat dianimasikan, mendukung transparansi dan kombinasi warna atau gradien apapun. SVG merupakan file “Lossless” seperti PNG dan GIF.

Jadi, format file mana yang cocok kita digunakan?

  1. Jika anda hanya sekedar ingin upload foto-foto liburan ke facebook, Instagram, twitter dan media sosial lain, JPG adalah format file terbaik.
  2. Jika anda membuat animasi lucu, meme, atau hanya sekedar lelucon dari potongan film favoritmu, GIF merupakan format file yang cocok.
  3. Jika anda menggunakan gambar dengan kualitas tinggi, ikon yang detail atau menggunakan transparansi, PNG bisa menjawab semua itu.
  4. SVG? Sangat cocok untuk logo, ikon, gambar grafis, bahkan background yang anda gunakan pada website atau aplikasi mu, karena SVG sangat ideal untuk gambar kualitas tinggi dan dapat ditingkatkan ke ukuran APA PUN tanpa kehilangan kualitas nya.

Banyak orang memilih format file berdasarkan ukuran file untuk website agar loading time nya cepat sehingga meningkatkan SEO, misalnya. Pilihlah format gambar yang paling ideal sesuai dengan apa yang ingin anda capai. Bahkan mungkin suatu saat anda akan dihadapkan dengan sebuah projek yang menggunakan semua jenis file tersebut.

REFERENSI

[1]. https://www.sumydesigns.com/difference-jpg-gif-png-svg/ diakses 22 April 2020

[2]. https://designshack.net/articles/graphics/svg-vs-png-vs-jpg/ diakses 22 April 2020

[3]. https://www.pagecloud.com/blog/web-images-png-vs-jpg-vs-gif-vs-svg diakses 22 April 2020

Original Create by : Hamdani Asril & Suliatun

Sumber Gambar