Author: Vellyca Werdining Putri, Muhammad Ibnu, Rifaldi Saputra, Risma Rustiyan R, Wiwik Muslehatin, Mustakim

Publish: Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 8

Abstract:

Dalam melakukan perjalanan didaerah yang belum dikenali, pasti akan menemukan kesulitan untuk menemukan tempat ibadah, khususnya masjid, atau menentukan arah kiblat. Untuk mengatasi hal tersebut dirancanglah sebuah application mobile dengan nama Masjid Hunter berbasis android. Selain untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi ini juga dirancang untuk membantu terwujudnya Visi Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru yang terpilih periode 2012-2017 yaitu “Terwujudnya Pekanbaru sebagai Kota Metropolitan yang Madani”, guna meningkatkan nilai ketaqwaan masyarakat Kota Pekanbaru dengan berbagai kelebihan seperti; game, notifikasi, dan informasi masjid. Aplikasi ini juga menggunakana teknologi Augmented Reality (AR) supaya user lebih tertarik menggunakan aplikasi ini dan memakai sistem GPS guna mendeteksi lokasi user. Dalam perancangan aplikasi ini, peneliti menggunkan teknik analisis Systems Development Life Cycle (SDLC) dan metode Object Oriented Analys Data (OOAD). Aplikasi Masjid Hunter ini akan memberikan beberapa keuntungan. Yaitu membantu user dalam mencari tempat beribadah, juga mempermudah si user dalam berbagi kebaikan yang berasal dari kumpulan poin yang dapat ditukar menjadi bentuk sedekah yang kemudian diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, hanya dengan berinteraksi secara aktif dalam game yang menggunakan fitur augmented reality.

Coclusion:

Dari hasil penelitian ini telah dilakukan penghitungan, pengujian metode dan analisis maka didapatkan hasil prediksi untuk perkembangan usaha perdagangan. Pada atribut badan usaha yang paling dominan yaitu kelas perusahaan dengan nilai masing-masing pada periode 1 dengan nilai 81,3% dan 81% periode 2 dengan nilai 76,3% dan 76,2%. Atribut nilai modal lebih dominan dengan range modal >100 juta – 1 milyar dengan nilai peride 1 87,6% dan 89,9% peride 2 84,6% dan 85,7%. Atribut keterangan modal lebih dominan kelas kecil dengan nilai diperiode 1 tetap yaitu 73,9% peride 2 74,5% dan 74,2%. Atribut kelembagaan yang paling dominan yaitu suplier dengan nilai pada periode 1 76,4% dan 79,2% periode 271,9% dan 72,8%. Atribut kegiatan usaha kelas yang dominan yaitu kebutuhan rumah tangga dengan nilai periode 1 55,6% dan 55,2% periode 2 57,1% dan 57,4%. Dapat disimpulkan bahwa hasil prediksi perkembangan usaha perdagangan untuk 2 tahun kedepan berdasarkan periodenya tetap stabil, terlihat pada nilai masing-masing atribut, selisih naik dan turunnya tidak terlalu jauh.

Sumber Gambar