PENDAHULUAN

Seiring dengan perkembangan zaman, Perangkat lunak menjadi suatu hal yang tidak lepas dari keseharian manusia, kebutuhan akan pengelolaan secara elektronis tidak hanya informasi bahkan hiburan sering kali menjadi hal yang menarik untuk dibincangkan. Komputer, smartphone merupakan merupakan salah satu wujud dari berkembangnya teknologi yang sangat pesat dengan berbagai jenis alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang disimpan (sumber daya data). Terlihat tidak terlalu penting namun mari sejenak kita bayangkan, bagaimana cara kita dalam mengeola informasi tanpa menggunakan perangkat lunak, Sangat melelahkan bukan? ya tentu saja, Karena sifat komputer yang multi fungsi. Pengelolaan data dalam jumlah sedikit mungkin masih bisa kita lakukan namun lain halnya dengan pengelolaan data dalam jumlah yang besar.

Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Untuk mengantisipasi semua ini, perusahaan mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi diharapkan dapat menjadi fasilitator dan interpreter. Semula teknologi informasi digunakan hanya terbatas pada pemrosesan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi tersebut, hampir semua aktivitas organisasi saat ini telah dimasuki oleh aplikasi dan otomatisasi teknologi informasi. (Maharsi, S, 2000).

Pada bidang Industri kreatif merupakan salah satu faktor yang menjadi penggerak perekonomian nasional. Industri kreatif Indonesia semakin berkembang dan diminati pasar global. Di Indonesia, industri kreatif dibagi menjadi 15 subsektor, diantaranya yaitu mode kerajinan, kuliner, musik, radio dan televisi, kerajinan, teknologi informasi, seni pertunjukan, seni rupa, riset dan pengembangan, arsitektur, desain, penerbitan dan percetakan, periklanan, dan permainan interaktif. Didalamnya terdapat industri sandang yang akan terus berkembang, karena pada dasarnya semua manusia memiliki tiga kebutuhan primer yaitu sandang, pangan dan papan (Noviarto dan Sulistijono, 2016).

Rekayasa perangkat lunak (software engineering) adalah pendekatan ilmu dalam bidang pembangunan perangkat lunak mulai dari pembuatan, pemeliharan, manajemen organisasi perangkat lunak hingga manajemen kualitas. Rekayasa perangkat lunak merupakan bagian dari rekayasa sistem yang meliputi membangun perangkat lunak, control, database dan aplikasi pada system. Rekayasa perangkat lunak berkaitan dengan semua kegiatan dalam pengembangan sistem berbasis computer termasuk rekayasa perangkat lunak dan prosesnya. IEE Computer Society mendefenisikan Rekayasa perangkat lunak sebagai suatu penerapan pendekatan yang sistematis, disiplin dan terkuantifikasi atas pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan perangkat lunak serta studi atas penerapan pendekatan engineering atas perangkat lunak.

Pada awal 80-an perangkat lunak masih belum begitu besar peranannya dalam kegiatan sehari-hari dikarenakan masih kurangnya kecepatan kerjanya dalam mengelola angka sehingga penggunaan kalkulator dan sempoa menjadi pilihan utama. Namun, saat ini penggunaan perangkat lunak sudah merata mulai dari telekomunikasi, medis, transportasi, proses industry, militer bahkan hiburan.

Peran perangkat lunak ada 2 yaitu:

  1. Perangkat lunak sebagai Produk (perangkat lunak aplikasi).
    Perangkat lunak produk sangat banyak macamnya, fungsinya juga beragam. Ada yang berfungsi untuk pengolahan kata, angka, bahkan multimedia dan hiburan.
  2. Perangkat lunak control computer(perangkat lunak sistem)
    Perangkat lunak control/perangat lunak system yaitu menjembatani jalannya perangkat lunak produk. Perangkat lunak control contohnya adalah system operasi. System operasi berfungsi untuk mengontrol jalannya program lain yang berjalan di komputer kesayangan kita.

Perkembangan perangkat lunak :

  1. Tahun-tahun awal
    • Orientasi Batch
    • Distribusi Terbatas
    • Perangkat Lunak Kustomisasi
  2. Era kedua
    • Multi User
    • Real-Time
    • Database
    • Perangkat Lunak
    • Produk
  3. Era ketiga
    • System Terdistribusi
    • Embedeed Intelegence
    • Perangkat Keras Biaya Rendah
  4. Era keempat
    • System Desktop Bertenaga Kuat
    • Teknologi Berorientasi Objek
    • System Pakar
    • Jarinan Syaraf Tiruan
    • Komputasi Paralel
    • Komputer Jaringan

Teknologi baik itu perangkat lunak atau mesin kini selalu hadir dalam dunia kerja, terutama dalam bidang industri. Sekarang ini banyak bidang manufakturing yang menggunakan bantuan dari robot, mesin, otomatisasi dan teknologi pendukung lainnya. Robot atau mesin yang ada sekarang ini memiliki sebuah pemrograman yang menyebabkan mereka dapat mengerjakan tugas-tugas manusia yang sulit ataupun berbahaya sekalipun.

Sistem pipa penyalur adalah rangkaian pipa yang digunakan sebagai sarana transportasi fluida dengan jarak yang cukup panjang. Fluida umumnya memiliki sifat mudah terbakar bahkan mengandung racun. Kondisi ini mengakibatkan resiko apabila peralatan mengalami kegagalan (probability of failure). Dampak dari kegagalan yang terjadi akan berpengaruh pada lingkungan dan kerugian industri karena kehilangan biaya sehingga perlu adanya penghentian peralatan dan penghentian kegiatan operasi (Indrajaya, dkk, 2013).

Sektor minyak dan gas merupakan sumber energi yang paling dominan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan. Dalam industri migas, pipeline merupakan komponen utama dalam pendistribusian minyak dan gas baik dari darat (onshore) maupun dari lepas pantai (offshore).

Proses pendistribusian migas ada kalanya dilakukan melalui pipa yang melewati daerah perkotaan, pemukiman penduduk dan tempat-tempat penting lainnya. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugasnya mendistribusikan migas, sebuah pipeline harus beropesasi dengan aman sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitarnya (Indrajaya, dkk, 2013).

Industri Migas merupakan satu industri yang memiliki resiko yang tinggi (high risk), penggunaan teknologi canggih (high technology), dan sumber daya yang terlatih serta besarnya capital yang diperlukan (high capital). Program inspeksi dan RBI sangat diperlukan pada suatu kilang minyak dan Gas Processing Plant untuk melakukan evaluasi secara periodik mengenai kondisi pipa dan peralatan produksi. Program ini bertujuan agar umur pipa dan peralatan produksi tetap memiliki integrity yang baik sehingga dapat mencegah terjadinya kebocoran pipa yang menyebabkan minyak dan gas hidrokarbon tumpah dan dapat menyebabkan bahaya explosion dan kebakaran yang mengancam keselamatan personil, mencemari lingkungan dan kerugian perusahaan (Benny Lubiantara dan Ibid, 2013).

Sektor pertambangan berbeda dengan sektor industri lainnya sebab sektor ini membutuhkan modal dan resiko yang sangat besar, proses eksplorasi yang cukup panjang, teknologi yang tinggi serta sumber daya manusia yang kompeten. Oleh karena itu, perusahaan migas dalam negeri Indonesia belum banyak yang berani mengambil langkah untuk maju dalam industri ini (Kumalasari, 2013).

PT. Radiant Utrama Interinsco, Tbk sebagai salah satu perusahaan yang bergerak Sebagai holding dari beberapa anak perusahaan yang bergerak dibidang industri minyak dan gas di Indonesia, RUI melayani bidang bisnis seperti inspection & certification, technical support services, agency & trading, marince & construction, dan offshore production facilities menyediakan layanan energi yang memberikan berbagai solusi terkemuka di industri minyak dan gas menyediakan jasa pendukung untuk industri energi dan melayani berbagai layanan untuk memenuhi setiap kebutuhan contract owner, baik darat (onshore) maupun dari lepas pantai (offshore).

Metode LRUT ini merupakan metode yang terbaru di Indonesia dalam bidang pemeriksaan laju korosi. Dengan menggunakan gelombang ultra sonik metode ini akan mendeteksi pengurangan ketebalan pipa, yang kemudian dijadikan sebagai data primer untuk menghitung laju korosi yang terjadi (Irawan, 2016).
Long Range Ultrasonic Testing (LRUT) merupakan metode inspeksi menggunakan prinsip gelombang ultrasonik yang pengoperasiannya lebih cepat dalam mengumpulkan data, efisien, dan ekonomis untuk besarnya tingkat resiko kehandalan terhadap jaringan tersebut sangat dibutuhkan untuk menghindari terjadinya kegagalan pipa pada saat beroperasi. Inspeksi yang akurat dan efisien berdasarkan tingkat resiko yang dimiliki pipeline tersebut, maka prosedur inspeksi yang sesuai ialah dengan melakukan Ultrasonic Test dan Radiography Examination testing yang dilakukan 36 bulan sekali (Indrajaya, B, dkk, 2013).

Lalu dampak apa yang akan dihasilkan dari invasi teknologi ke lingkungan pekerjaan? Mari kita bahas positif dan negatifnya dari masuknya teknologi canggih ke bidang industri.

Sisi positif adanya IT dalam bidang industri yaitu sebagai berikut :

  1. Keamanan & Keselamatan
    Dengan adanya invasi industri keselamatan pekerja akan lebih terjaga, pekerjaan yang mengandung resiko bahaya yang tinggi kini dapat digantikan oleh mesin atau robot. Yang pastinya membuat keselamatan mereka lebih terjamin.
  2. Lebih Cepat Dan Tahan Lama
    Alasan industri menggunakan mesin/robot saat ini yang utama adalah karena mereka lebih cepat dan tahan dioperasikan selama 24 jam. Ini adalah salah satu kelebihan mesin yang tidak bisa dilakukan oleh manusia.
  3. Biaya Yang Dikeluarkan Relatif Murah
    Untuk masalah perawatan mesin memang bisa dibilang relatif, dibilang terlalu murah tidak juga dan dibilang terlalu mahal juga tidak, karena mesin di dalam bidang industri pasti memiliki manfaat yang besar jika dibandingkan antara biaya perawatan mesin dengan mempekerjakan orang, maka menggunakan mesin akan lebih menghemat dan efektif.
  4. Mampu Memproduksi Massal Dengan Cepat Dan Dengan Kualitas Yang Sama
    Ini adalah salah satu keunggulan mesin dibandingkan manusia yaitu dapat memproduksi secara cepat dengan kualitas yang sama. Hal ini mungkin tidak dapat dilakukan oleh sejumlah orang yang memproduksi suatu barang secara cepat dan kualitas sama. Teknologi industri yang ada di dalam mesin dapat di setting program kerjanya sehingga mereka dapat beroperasi dengan format yang sama untuk setiap barang yang di produksinya.

Sisi negatif tidak adanya IT dalam bidang industri yaitu sebagai berikut :

  1. Ancaman bagi Manusia
    Bagi beberapa orang dengan hadirnya mesin di bidang industri cukup mengkhawatirkan karena secara tidak langsung dan suatu saat pekerjaan mereka akan tergantikan oleh robot.
  2. Kurang Detail
    Pada beberapa aspek hasil pekerjaan manusia memang lebih baik, salah satu kekurangan mesin adalah kedetailan pada barang. ada beberapa barang yang harus di produksi sangat detail sekalipun pada aksen yang kecil, yang terkadang mesin/robot tidak dapat melakukan hal tersebut.
  3. Perlu Upgrade Berkala Sesuai Kebutuhan
    Menggunakan mesin membutuhkan upgrade berkala hal ini wajib dilakukan agar kinerja mesin tetap baik.
  4. Masalah Pada Mesin Yang Komplikatif
    Mesin adalah rangkaian alat yang digabungkan untuk dapat mengerjakan sesuatu. dan karena diciptakan dari rangkaian alat maka kerusakan pada mesin sering kali tidak dapat terdeteksi, dan yang lebih membuat bingung ketika permasalahan pada mesin sudah menyebar ke elemen mesin yang lain, tentunya akan sulit diperbaiki yang pada akhirnya membuat produksi terhambat.

Di bidang industri, komputer telah digunakan untuk mengendalikan mesin-mesin produksi dengan ketepatan tinggi, misalnya computer numerical control (CNC) pengawasan numerik atau perhitungan, computer aided manufacture (CAM), computer aided design (CAD), yaitu industri untuk merancang bentuk (desain) sebuah produk yang akan di keluarkan pada sebuah industri atau pabrik. Misalkan sebuah mesin serbaguna dalam industri logam sehingga dapat kita jumpai berbagai produk industri logam yang bervariasi dan jika dibayangkan dikerjakan secara manual akan sangat sulit dikerjakan.

Selain industri modern saat ini juga memanfaatkan robot yang secara otomatis melakukan kerja-kerja tertentu dalam sebuah industri yang dikontrol oleh komputer yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia. contohnya tangan robot dikendalikan oleh komputer digunakan untuk memasang komponen-komponen renik dan chip-chip (microprosesor) pada motherboard komputer, memasang komponen-komponen pada perangkat elektronik seperti televisi, radio/tape, vcd/dvd player, dan lain sebagainya. bahkan untuk merakit kendaraan, mobil, motor, atau alat-alat berat lain yang telah dikendalikan oleh komputer.

Investasi dan re-investasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia industri. Dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan dan dirasakan saat ini dengan berkembangnya E-Commerce memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan Produsen yang menjual suatu produk sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko. Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-Indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu. Berikut contoh ecommerce pada penjualan bakery.

REFERENSI

[1]. Pusat bahan ajar dan e-learning https://www.mercubuana.ac.id
[2]. https://www.dosenpendidikan.co.id/rekayasa-perangkat-lunak/
[3]. http://mukhlissofyan.blogspot.co.id/2014/11/penerapan-teknologi-informasi-dalam.html
[4]. http://frofathero.blogspot.co.id/2012/10/penerapan-komputer-dalam-bidang-industri.html
[5]. http://121iptik.blogspot.co.id/
[6]. http://ictindustr.blogspot.co.id/2012/12/penerapan-teknologi-informasi-dan.html
[7]. http://manfaat-it.blogspot.co.id/2013/12/manfaat-it-dalam-bidang-industri.html
[8]. http://www.slideshare.net/bellaangriani/penerapan-komputer-dalam-bidang-industri
[9]. http://blog.politekniktelkom.ac.id/30212033/2012/06/22/aplikasi-tik-dalam-berbagai-bidang/
[10]. http://larasatiaprillia.blogspot.com/2012/02/peranan-tik-dalam-bidang-industri.html
[11]. http://angghajuner.blogspot.co.id/2011/10/teknologi-penambangan-dan.html
[12]. http://bhermana.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/10027/ICT+di+Asia.pdf
[13]. http://www.ey.com/GL/en/Issues/Business-environment/Six-global-trends-shaping-the-business-world—Rapid-technology-innovation-creates-a-smart–mobile-world
[14]. http://betti-alisjahbana.blogspot.com/2010/01/memanfaatkan-tik-untuk-pembangunan.html
[15]. http://tulis-tulisanku.blogspot.com/2013/05/peran-tik-dalam-pengembangan-industri.html

Original Create by: Emilia Murni & Joliando Pulungan

Sumber Gambar