Author: Mustakim, Syaifullah

Publish: Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Informasi

Abstrak:

Penyakit berbahaya saat ini semakin meningkat setiap tahunnya di berbagai tempat, setiap saat muncul berbagai macam penyakit, Makin tinggi ilmu kedokteran maka semakin hebat pula penyakit berbahaya saat ini. Untuk itu salah satu hal untuk mengatasi dan mengetahui hal tersebut adalah dengan cara memprediksi penyakit-penyakit yang akan muncul beberapa tahun kedepan. Dengan model Markov Chains sistem ini dikembangakan untuk memprediksi penyakit berbahaya dengan mengacu pada data stokastik 2011-2014. Dari simulasi yang dilakukan pada tahun 2015 diperoleh probabilitas sebesar 34,1% Sakit Jantung, 19,5% Kangker, 30,3% Infeksi Saluran Pernafasan dan 16,0% Malaria (Demam Berdarah). Hanya kriteria Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan yang mengalami peningkatan dari 0,444 pada Tahun 2015 menjadi 0,452 pada Tahun 2016, sedangkan untuk ketiga jenis penyakit lainnya mengalami penurunan. Kata kunci : markov chains, prediksi, penyakit berbahaya, probabilitas

Kesimpulan:

Dari penelitian ini penulis dapat menyimpulkan beberapa perihal diantaranya adalah Metode Markov Chains merupakan metode prediksi yang berdasarkan atas skala data, dan hasil kemungkinan metode tidak dapat dijadikan acuan yang akurat atau 100% benar, karena model Markov dapat berubah berdasarkan tingkatan kasus yang berbeda/ tergantung sample data. Berdasarkan perhitungan dan analisis diperoleh hasil prediksi untuk satu tahun pertama prediksi memiliki tingkat perbedaan yang sangat signifikan dengan prediksi tiga tahun atau lebih kedepanya, sedangkan untuk tahun kedua, ketiga dan keempat serta tahun selanjutnya memiliki perbedaan nilai yang minimal (memiliki hasil prediksi yang sama) setiap jenis tanaman. Hasil analisis data akan berhenti pada sewaktu-waktu atau memiliki kesamaan prediksi pada tahun yang berbeda, dengan demikian metode ini tidak dapat digunakan pada jangka waktu yang sangat lama, karena waktu yang ditetapkan mempengaruhi tingkat akurasi data. simulasi yang dilakukan pada tahun 2015 diperoleh probabilitas sebesar 34,1% Sakit Jantung, 19,5% Kangker, 30,3% Infeksi Saluran Pernafasan dan 16,0% Malaria (Demam Berdarah). Hanya kriteria Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan yang mengalami peningkatan dari 0,444 pada Tahun 2015 menjadi 0,452 pada Tahun 2016.

Sumber Gambar