Melaui artikel ini Sari Devia Agustina dan Rifaldi Saputra sebagai alumni Puzzle Research Data Technology ingin berbagai pengalaman dalam bidang Big Data.

Lulus Kuliah Ingin Menjadi Apa? (Sari Devia Agustina)

Mungkin itu adalah pertanyaan yang ada di setiap fresh graduate. Lulus kuliah bukan berarti Anda boleh berhenti belajar. Selepas bangku kuliah, Anda malah harus menambah berbagai keahlian untuk mendukung pekerjaan di masa mendatang.

Keterampilan tambahan ini akan membuat CV Anda yang minim pengalaman kerja lebih berisi. Pengalaman bisa di dapatkan selama perkuliahan seperti mengikuti berbagai kompetisi yang mendukung skill anda, membuat berbagai riset baik individu maupun kelompok. Tentunya hal ini sangat berguna dalam mendukung karir anda ke depanya.

Pengalaman lain juga bisa di dapatkan dengan mengikuti berbagai pelatihan yang ada, baik pelatihan yang berbayar ataupun yang didapatkan secara gratis, pelatihan secara tatap muka ataupun melalui media online. Sudah banyak sekarang lembaga yang menyediakan pelatihan sesuai dengan skill yang ingin anda kembangkan, baik itu yang merupakan lembaga pemerintahan ataupun swasta.

Berbicara tentang pengalaman ataupun keterampilan. Analisa Data merupakan salah satu keterampilan yang mesti anda punya pada zaman sekarang. Data dan angka tidak ada artinya tanpa pengolahan dan analisis. Perusahaan masa kini memerlukan tenaga ahli analisis data untuk bisa memberi masukan dan pertimbangan bisnis berdasarkan data.

Berbagi pengalaman, penulis mempunyai ketertarikan terhadap data semenjak semester akhir perkuliahan. Awal mula ketertarikan ini muncul saat mengambil mata kuliah pilihan yaitu data mining, alasanya yaa simple karna suka dengan hitungan, setelah itu ketertarikan semakin menjadi setelah mengetahui suatu miracle yang tersembunyi dari data mentah, data berupa angka-angka yang kita kira tidak ada nilainya ternyata mempunyai informasi yang sangat berguna.

Rasa ketertarikan itupun semakin di dukung setelah diberi kesempatan untuk bergabung di sebuah komunitas riset yang memang mewadahi para anggota nya untuk melakukan penelitian dibidang Big Data, yaitu Komunitas PREDATECH.        

Lewat komuitas inipun penulis bisa mengikuti sebuah ajang kompetisi yaitu GEMASTIK dengan lulus sebagai semi finalis untuk kategori perlombaan DATA MINING bersama rekan satu kelompok penulis, dan terbang langsung ke Jakarta untuk mengikuti perlombaan ini. Setelah mengikuti kometisi, penulis mendapat banyak pengalaman seputar big data, melihat banyaknya metodologi pengolahan data yang bisa di lakukan, membuka wawasan dengan dunia luar yang menyadarkan betapa cepatnya ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat pada zaman sekarang ini.

Pelatihan Big Data Analytic di program Digital Talent Scholarship oleh KEMENKOMINFO (Rifaldi Saputra)

Pada zaman sekarang Big Data sudah sangat sering kita dengar. Tidak hanya bagi orang yang berada dalam dunia IT saja tetapi orang yang bahkan tidak berkecimpung di dunia teknologi juga mendengar kata ini. Hal ini dikarenakan Big Data sudah menjadi hal yang patut diperhitungkan bahkan mampu memberikan dampak yang begitu besar.

Oleh karena itu, saya Rifaldi Saputra dari Puzzle Research Data Technology ingin berbagi pengalaman tentang pelatihan Big Data Analytic dalam program Digital Talent Scholarship yang saya ikuti pada bulan Agustus-September 2019. Selain dari sisi tema pelatihan, ada banyak hal yang bisa didapatkan.

Digital Talent Scholarship ini sendiri merupakan program dari Kemenkominfo. Program ini dilaksanakan setiap tahunnya baik online maupun pertemuan tatap muka dengan berbagai tema di bidang IT yang salah satunya adalah Big Data Analytic. Untuk pertemuan tatap muka dilaksanakan di beberapa kampus di Indonesia. Saya sendiri mengikuti pelatihan ini di Universitas Andalas. Hanya sedikit saja kampus yang menjadi tuan rumah di pulau Sumatra. Semua peserta berasal dari banyak daerah. Untuk di Universitas Andalas hanya menerima 100 orang saja. Tentunya setelah melalui berbagai tahapan dan seleksi.

Yang paling utama dari sebuah pembelajaran adalah hal fundamental dari apa yang dipelajari. Bagaimana kita bisa melakukan sesuatu tanpa memahaminya terlebih dahulu. Banyak sekali makna dari Big Data ini. Namun Big Data bukan hanya berarti Data Besar. Data Besar tidak langsung bisa dikategorikan sebagai Big Data. Ada 4 hal sebagai syarat penting yang terdiri dari 4V. Velocity (kecepatan data), volume (skala data), variety (keragaman data) dan veracity (kesesuaian dengan fakta dan akurasi).

Selain itu, pada awal kepelatihan juga diajarkan konsep Cloud Computing. Kami bisa mengaksesnya melalui Amazon Web Service (AWS). Sebenarnya menggunakan fitur dari AWS itu biasanya berbayar namun karena kerja sama antara Kemenkominfo dengan AWS, kami mendapat beberapa fitur yang dapat digunakan. Ada dua Bahasa pemrograman yang paling penting dalam menggunakan teknologi big data yaitu Python dan Bahasa R. Bahasa ini bisa diakses melalui AWS atau dengan program yang menyediakan Python dan Bahasa R.

Ternyata bukan hanya data yang terstruktur saja yang bisa diolah menjadi informasi tetapi data tidak terstruktur juga bisa diolah menjadi informasi. Data tidak terstruktur bisa diambil melalui proses crawling. Data bisa diolah dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan seperti klasifikasi, clustering dan lainnya. Data ini kemudian diolah menggunakan algoritma mirip sekali dalam penerapan ilmu data mining.

Untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua orang maka diperlukan visualisasi dalam bentuk yang dapat dipahami semua orang seperti grafik. Itulah yang menjadikan informasi dari penerapan big data menjadi sangat berguna. Informasi yang dihasilkan bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. Misalnya saja di sebuah swalayan, bisa tau jika seseorang membeli barang “a” maka dia cenderung membeli barang “b”. Sebagai pemilik swalayan bisa menerapkan kebijakan agar barang tersebut bisa diletak berdekatan. Itu hanya sebagian kecil informasi penting yang didapatkan. Saya juga mendapatkan materi dari orang yang bekerja di bidang IT. Disini saya merasakan bahwa dunia big data itu sangatlah luas. Semakin dipelajari maka satu hal yang diketahui bahwa saya semakin merasa sangat kurang. Tapi disitulah saya tahu bahwa ini semakin menjadi menarik.

Ada satu hal yang paling saya ingat dan menggambarkan pentingnya Big Data. Pada zaman dahulu, minyak bumi itu adalah aset yang sangat berharga tetapi pada saat sekarang, informasi lebih berharga dari minyak bumi itu sendiri. Salah satu bukti nyatanya adalah banyak sekali lowongan pekerjaan terkait big data. Sebut saja Data Analyst. Melalui pelatihan ini saya dapat mengenal banyak hal baru tentang big data bahkan sesuatu yang tidak pernah saya dengar sebelumnya walaupun kuliah di bidang IT. Banyak hal yang ingin saya jelaskan tetapi ini adalah gambaran secara umum tentang pelatihan ini. Semoga bermanfaat. 🙂

Original Create by : Rifaldi Saputra & Sari Devia Agustina