Author: Mustakim

Publish: Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 4

Abstrak: 

Perkembangan teknologi semakin meningkat disemua kalangan, baik di lingkungan pendidikan, instansi maupun perusahaan, teknologi tersebut salah satunya adalah internet dan pemetaan. Peranan penting peta adalah memberikan informasi kepada pembaca atau akses digital, pada kasus ini dilakukannya pemetaan digital untuk pengelompokan lahan hijau di Riau dengan menggunakan KDD teknik data mining. Lahan hijau yang dimaksudkan pada topik yang dibahas adalah Hutan. Sistem ini memberikan informasi berupa pengelompokan pada daerah kecamatan di Riau, dengan hasil akhir sebuah peta digital lahan hijau, selain itu detail informasi mengenai atribut daerah akan tampil sesuai dengan informasi masing–masing daerah kecamatan. Sistem dikembangkan dengan bahasa pemrograman PHP dengan bantuan mapping pada google maps. Pengguna dari sistem tersebut terdiri atas admin, pimpinan, dan pengguna biasa berdasarkan hak aksesnya masing-masing.

Kata kunci: Data Mining , K-Means, Knowledge Discovery in Databases (KDD), Pemetaan digital

Kesimpulan:

Dari pembahasan diatas dapat dihasilkan sebuah kesimpulan sebagai berikut:

  1. Metode K-Means memiliki salah satu kelemahan pada nilai centroid yang diberikan diawal dapat mempengaruhi hasil clusterisasi apabila nilainya berbeda (sensitif terhadap nilai centroid awal) akan tetapi salah satu kelebihan K-Means adalah beban komputasi relatif lebih ringan sehingga klusterisasi bisa dilakukan dengan cepat walaupun relatif tergantung pada banyak jumlah data dan jumlah cluster yang ingin dicapai.
  2. Sistem ini mampu memberikan informasi secara lengkap mengenai keadaan suatu daerah yang terdapat pada peta digital.
  3. Sistem ini dapat digunakan dalam jangka panjang karena data master yang digunakan bersifat dinamis terhadap kurun waktu dan dapat memilih informasi keadaan pengelompokan setiap tahunnya.

Sumber Gambar