PENDAHULUAN

Big Data dapat kita artikan sebagai sebuah konsep bagaimana kemampuan manusia mengumpulkan, menganalisa serta mengolah data dengan jumlah besar, sehingga menghasilkan informasi-informasi yang penting dan terbaru bagi sebuah organisasi ataupun perusahaan. Yang perlu kita ketahui adalah meskipun big data memberikan kemudahan, namun dengan memiliki jumlah data yang besar dan kian bertambah setaip harinya tentu menjadi sebuah tantangan bagi sebuah perusahaan/organisasi untuk mampu mengatasi kesulitan dalam menompang data-data yang berjumlah besar tersebut.

Seiring berkembangnya teknologi, munculah teknologi Apache Hadoop dan Apache Spark yang merupakan dua software yang menjadi kombinasi terdekat untuk menangani data besar. Teknologi big data akan terus berkembang dan menjadi tantangan berkelanjutan bagi individual/organisasi diseluruh dunia. Lantas bagaimana Indonesia menghadapai tantangan tersebut ?

Menjawab tantangan tersebut, Benni Adham, putra Bangsa yang kini berhasil menjadi Chief Executive Officer (CEO) i811 (dibaca : Insight Delapan Sebelas), produsen software asli Indonesia. Benni menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk mencoba membuat sendiri teknologi Big Data mulai dari mempelajari model pemograman mapreduce hingga mendesain dan melakukan codingan sampai akhirnya sebuah software teknologi big data itu berhasil dan diberi nama merek Paques (dibaca: Pakis).

Paques sendiri merupakan singkatan dari Parallel Query System yang mengguanakan konsep Data Lake atau danau data yang artinya semua jenis data dapat dimasukan ke dalam PAQUES yang kemudian diproses lebih lanjut. Paques menggunakan framework SECAV (Search, Extract, Correlate, Aggregate, Visualization) dimana framework ini hanya digunakan pada Paques dan sudah dipatenkan.

Adapun penjelasan tentang framework SECAV adalah:

  1. Search : Melakukan pencarian berdasarkan kata kunci umum seperti yang biasa dilakukan search engine internet dalam mencari sebuah data atau dokumen yang akan diproses lebih lanjut
  2. Extract : Melakukan struktrurisasi data dari sumber data terstruktur atau tidak terstruktur sehingga lebih mudah dianalisa
  3. Correlate : Melakukan korelasi dari hasil pencarian dari beberapa sumber agar didapatkan relasi dari data-data yang dicari
  4. Aggregate : Melakukan perhitungan dengan menggunakan berbagai macam formula sehingga didapatlah data yang berikutnya akan diproses
  5. Visualization : Hasil pencarian akan ditampilkan akan berbagai bentuk grafik yang umum dan mudah dipahami ataupun bentuk grafik khusus sesuai dengan kebutuhan.

Didukung dengan Self – Service Analytics yang terstruktur serta pengoperasian yang mudah digunakan (Ease of Use) sehingga mampu membantu kesuksesan Paques untuk meningkatkan efisiensi sebuah perusahaan/organisasi. Sistem Kerja Paques yang memproses data secar On-the-fly tentunya membutuhkan tenaga komputasi yang sangat besar, namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan algoritma yang membuat segala proses dikerjakan oleh semua tenaga komputasi. Benni mengatakan bahwa pada dasarnya Paques bekerja secara Parallel dan Asynchoronous (tidak perlu menunggu proses sebelumnya untuk melanjutkan proses berikutnya).

Paques juga mengguanakan modul Nature Language Processing (NPL) dan Artificial Intellegence (AI) yang mempunyai kemampuan untuk mengolah, memahami bahasa dengan teknik menggabungkan berbagai metode termasuk ingustik, semantik, statistic, dan machine learning termasuk Bahasa Indonesia. Hingga saat ini sudah ada 3 produk Paques yang diluncurkan untuk menjawab tantangan big data yang sangat banyak dibutuhkan:

1. Paques Data Lake

Paques Data Lake menjadi solusi untuk mengatasi pengolahan data besar dan komplek dalam waktu yang relative singkat. Paques Data Lake menjadi repository penyimpanan utama yang mengumpulkan data dari berbagai sumber dan dalam bentuk data terstruktur, semi terstruktur dan atau tidak terstruktur temasuk metadata yang nanti hasilnya berupa visualisasi data yang dapat digunakan sebagai sumber insight perusahaan.

2. Paques Data Studio

Paques Data Studio merupakan solusi untuk data visualisasi yang mana data tersebut memberikan kemudahan dalam analisis visual dengan fitur intuitif dan juga Paques Data Studio menjadi software pertama di dunia yang berinovasi sehingga business user dapat melakukan data acquisition, data processing hingga data visualisasi hanya dalam 1 software. Hasil dari Paques Data Studio adalah business user dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber menjadi sebuah informasi intelejen secara cepat sehingga meningkatkan efisiensi kerja sebuah organisasi/perusahaan.

3. Paques Data Modeler

Bagi Para Data Scientist, Paques Data Modeler adalah tools yang mudah digunakan namun tetap dapat memenuhi kebutuhan. Paquest Data Modeler dilengkapi dengan Searching, Creating and Giving The Best 3 machine learning sehingga business user mampu mendapatkan hasil yang akurat dengan mengotomasikan seluruh proses pemodelan predictive.

Paques tidak hanya tersedia untuk perusahaan atau organisasi berskala besar saja, namun tersedia juga untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), hal ini disebabkan mudahnya pengoperasian Paques, pengguna hanya perlu mengghafa perintah-perintah berbahasa Inggris yang umum digunakan sehingga professional bisnis yang tidak memiliki pendidikan dan pengetahuan IT dapat menggunakan Paques untuk menganalisa strategi.

Chief Marketing Officer (CMO) i-811, Saryana Sudipraja sangat yakin bahwa Paques mampu bersaing dengan perusahaan solusi Big data lainnya seperti, IBM, Oracle, SAP dan lainlainnya. I-811 berusaha untuk menggandeng patner distribusi, system integrator, system developer, dan konsultan bisnis untuk membentuk pemasaran Paques agar mampu bersaing dengan perusahaan raksaksa lainnya. Saryana juga menambahkan target utama pemasaran Paques di Indonesia yaitu industri telekomunikasi, ritel, finansial, dan energi dan juga menargetkan ke pasar luar negeri.

Di Indonesia sendiri Paques telah digunakan oleh beberapa perusahaan berskala besar diantaranya, Telkom Indonesia, Telkomsel, Bursa Efek Indonesia serta institusipemerintah lainnya.

Original Create By : Nopi Afriani & Muhamad Roihan Al Azhari

Sumber Gambar