PENDAHULUAN

Garry Kasparov, seorang Chess Grand Master yang sebelumnya tidak pernah terkalahkan bermain catur. Namun, pada tahun 1997 dia kalah bermain catur melawan komputer buatan IBM yang bernama Deep Blue. Garry menyerah pada pertandingannya setelah hanya melakukan 19 gerakan melawan komputer.

Hal serupa juga terjadi pada tahun 2016 dimana manusia kalah bermain Go melawan komputer (Lee Sedol VS AlphaGo).

Kenapa AI yg dibuat oleh manusia, bisa mengalahkan manusia itu sendiri???
Selamat datang di dunia Artificial Intelligence!

Pada tahun 1958, John McCarthy (Bapak Artificial Intelligence) merancang program yang mampu menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi, dari sinilah cikal bakal munculnya Artificial Intelligence.
Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan bagian dari ilmu komputer yang berfokus pada pembentukan mesin dengan kemampuan kecerdasan yang dapat berinteraksi dan bekerja layaknya seperti manusia seperti presepsi visual, pengenal suara, pengenal wajah, pengambil keputusan serta terjemahan antar bahasa.


Manusia belajar dari pengalaman manusia itu sendiri, pemain catur jika semakin sering dan semakin banyak bermain catur, maka akan semakin pandai. Cara AI belajar kurang lebih sama, contohnya AlphaGo yaitu AI yang mengalahkan pemain terbaik Go, bagaimana itu bisa?
Pada awalnya AI AlphaGo diberikan database 100.000 kali bermain Go dan AI tersebut mempelajari itu semua. Setelah AI itu belajar cara bermain Go dia akan bermain Go melawan diri dia sendiri, setiap dia kalah dia akan meng-update cara dia bermain dan proses ini diulang terus menerus sebanyak jutaan kali. Hal ini sama seperti manusia yang sering bermain Go, bedanya komputer bisa melakukan ini dengan cara yang jauh lebih efisien, dimana manusia hanya mampu bermain satu pertandingan dalam satu waktu, sedangkan komputer bisa mensimulasikan banyak pertandingan sekaligus yang pada akhirnya setelah dicoba jutaan kali AlphaGo mampu mengalahkan World Champion Lee Sedol (Juara dunia Go asal Korea Selatan) yang kalah melawan program Google AlphaGo.


Sebenarnya pertandingan antara Garry Kasparov dan Deep Blue tidak terjadi sekali. pada tahun 1966, supercomputerIBM tersebut sudah pernah menantang Garry untuk pertandingan catur dalam enam babak, namun Deep Blue kalah. Pada tahun berikutnya, Deep Blue dengan kemampuan mengkalkulasi yang sudah ditingkatkan menantang kembali Garry Kasparov untuk pertandingan serupa dan akhirnya Deep Blue Menang.
Kembali ke Alpha Go. Tidak berhenti sampai disitu, ada lagi versi yang lebih baik dari game Go sebelumnya yaitu AlphaGo Zero. Berbeda dari sebelumnya, AlphaGo Zero tidak diberikan 100.000 database pertandingan sebagai referensi, namun komputernya sendiri yang harus belajar bagaimana caranya dia bisa menang. dalam waktu hanya 3 hari AlphaGo Zero sudah mampu mengalahkan semua versi AlphaGo pendahulunya. Dalam kurun waktu 40 hari, AlphaGo Zero secara mandiri menemukan prinsip-prinsip game Go yang bagi manusia butuh ribuan tahun untuk menemukannya. bahkan komputer ini membuat strateginya sendiri.

3.000 tahun pengetahuan manusia tentang cara bermain Go ditemukan komputer dalam hanya waktu 40 hari, yang untuk manusia butuh waktu bertahun-tahun sedangkan komputer hanya butuh waktu dalam sekejap.
Tanpa disadari, AI sebenarnya ada dimana-mana. Misalkan voice control seperti Google Voice, Apple Siri dan Microsoft Cortana serta Google Maps. Kita ambil contoh Google Voice pada gadget anda, dari mana dia tahu kita ngomong apa? itu sebenarnya adalah Artificial Intelligence. Sederhananya prosesnya seperti ini, google voice membedah audio suara menjadi teks yang bisa dimengerti komputer dan bolak-balik teks ke audio untuk jawabannya.

Pada aplikasi Google Maps, ketika kita menggunakan aplikasi tersebut kita dapat mengetahui rekomendasi rute tercepat. Rekomendasi ini tidaklah muncul begitu saja, melainkan setelah melewati tahap pemrosesan data oleh AI.
Contoh lagi pada aplikasi e-commerce terkenal seperti Amazon, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya. Pada aplikasi tersebut pasti ada rekomendasi berbagai macam produk. Akan tetapi dari mana aplikasi itu tahu produk apa yang cocok untuk kita, itu bukan ada orang yang menentukannya seperti “hmm… kira-kira govinda sukanya apa ya, sedang mencari apa ya” bukan seperti itu, tapi itu adalah Artificial Intelligence yang melihat berbagai macam hal seperti apa saja yang pernah kita beli, produk apa yang pernah kita klik dan apa saja yang pernah kita cari, itu semua akan menjadi point penting yang membantu AI dalam menentukan produk apa yang cocok untuk kita yang akan membuat pengalaman secara personal dari setiap pengguna.

Ada sebagian orang yang merasa AI merupakan hal yang sangat berbahaya, salah satunya adalah Prof. Stephen Hawking sebagaimana yang dikutip oleh berbagai media “saya takut kecerdasan buatan akan menggantikan manusia secara keseluruhan. Mereka layaknya virus komputer yang dapat mengembangkan kemampuan dan mereplikasi diri”. Elon Musk pun berpendapat, “jika ada kecerdasan buatan super yang pengoptimalisasian dan fungsi kegunaannya merugikan manusia di kemudian hari, maka itu akan berdampak sangat buruk”.


Pada berbagai bidang sebenarnya robot sudah mulai menggantikan manusia, penelitian baru oleh Brookings Institute menyatakan 1/4 pekerjaan di Amerika Serikat memiliki kemungkinan tinggi akan diambil alih oleh robot. Kai-fu Lee (venture capitalist) mengatakan “AI akan semakin menggantikan pekerjaan berulang, bukan hanya buruh kasar tapi juga banyak pekerjaan kantor”. Hal ini berawal dari dimulainya dengan menilai risiko kredit dengan aplikasi pinjaman dan menyortir surat dengan membaca kode pos tulisan tangan. Machine Learning saat ini mampu melakukan tugas yang jauh lebih kompleks. Pekerjaan pekerjaan seperti construction, driver, chef, bahkan barbers akan kemungkinan besar digantikan oleh robot.

Lalu, Bagaimana di Indonesia? Download Full Mungkinkah Robot Lebih Pintar dari Manusia?

REFERENSI
[1]. www.britannica.com/topic/Deep-Blue diakses 11 April 2020
[2]. www.riaumandiri.id/read/detail/77895/juara-dunia-catur-china-pensiun-usai-kalah-dari-robot-ai diakses 11 April 2020
[3]. telegraph.co.uk/science/2017/10/18/alphago-zero-google-deepmind-supercomputer-learns-3000-years/ diakses 11 April 2020
[4]. https://www.usnews.com/news/economy/articles/2019-01-24/report-one-quarter-of-us-jobs-are-at-risk-for-automation diakses 11 April 2020
[5]. technabob.com/blog/2012/03/22/robot-barber/ diakses 11 April 2020
[6]. yogyakarta.kompas.com/read/2018/10/26/180800823/pertama-di-dunia-lukisan-buatan-ai-terjual-rp-6-6-miliar diakses 11 April 2020
[7]. https://www.kompasiana.com/piereberutu/5df4d77od541df6fea148792/robot-pribadi-pertama-di-dunia-hadir-di-indonesia diakses 12 April 2020

Original Create by: Govinda Kharisma Dewa & Siti Aminah

Sumber Gambar