Halo semua! Selamat datang di tulisan ini. Bagaimana kabarnya? Semoga tetap semangat ya walau dimasa pandemi covid-19 ini. Tetap melakukan hal yang produktif. Kali ini penulis mengangkat tema mengenai bahasa pemograman yang berjudul “Mengenal bahasa pemograman PHP”. Sebelum masuk ke pembahasan sesuai dengan judul yang dibuat, mari kita ingat. Kita pasti pernah atau bahkan sering melakukan kunjungan ke suatu website untuk browsing mencari informasi maupun sekedar bersosial media di internet. Tahukah kamu bahwa website yang kamu kunjungi menggunakan bahasa pemograman PHP. Sekarang, mari kita masuk ke pembahasan bahasa pemograman PHP.

Pengertian dan Sejarah PHP

PHP adalah bahasa pemerograman yang asal namanya merupakan singkatan dari “Hypertext Prepocessor”. Bahasa pemerograman ini melakukan eksekusi programnya dilakukan di sisi server / server side. Contoh server side yaitu pada saat kita melakukan browsing membuka halaman website maka yang terjadi adalah web browser akan melakukan request ke web server.

Awalnya bahasa pemrograman PHP ini dibuat oleh seorang yang bernama Rasmus Lerdorf pada tahun 1994. Rasmus Lerdorf adalah seorang programmer yang berkebangsaan Denmark dan tinggal di Canada. Pada saat itu, kegunaan dari pembuatan bahasa pemograman PHP ini oleh Rasmus Lerdorf yaitu untuk mengolah data formulir dari web dan diberi nama Form Interpreted (FI) dengan bentuk kumpulan dari script code dari bahasa Perl kemudian dikembangkan lagi dalam bahasa C sehingga peformanya lebih baik dan dapat memproses form HTML dengan database.

Pada 8 Juni 1995 PHP versi 1.0 dirilis dan di umumkan di alamat web comp.infosystems.www.authoring.cgi yang merupakan group diskusi usenet. Pada pengumuman dapat dilihat bahwa pada saat itu kebutuhan akan data yang dinamis sudah muncul dan juga kebutuhan akan keamanan halaman web. Saat ini versi terbaru dari PHP sudah pada tahap versi ke PHP 8.0.2 yang dirilis pada tanggal 04 Februari 2021.

Pada November 1997, dikeluarkan PHP/FI 2.0. Saat rilis, interpreter PHP telah diimplementasikan dalam program C. Pada rilis ini dilampirkan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.

Pada tahun 1997, perusahaan bernama Zend melakukan perilisan ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Selanjutnya, pada Juni 1998, perusahaan Zend tadi merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut menjadi PHP 4.0. PHP 4.0 merupakan versi PHP yang penggunaannya paling banyak di awal abad ke-21.

Pada Juni 2014, Zend merilis PHP 5.0. Pada versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga menyertakan model pemrograman dengan orientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman pada orientasi objek.

Server objek bawaan ditambahkan pada versi 5.4 untuk memudahkan pengembang dalam menjalankan kode PHP tanpa melakukan instalasi software server. Versi terbaru dan stabil dari PHP sekarang ini yaitu versi 7.0.16 dan 7.1.2 yang sudah resmi dirilis pada 17 Februari 2017.

Fungsi PHP secara umum adalah digunakan untuk pengembangan website. Namun, PHP tidak hanya dapat digunakan untuk pengembangan website saja. PHP juga dapat digunakan untuk membuat aplikasi komputer.

Terdapat beberapa alasan mengapa php masih banyak digunakan :

  1. Lebih mudah dipelajari jika dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya.
  2. Materi belajar yang melimpah. umur PHP yang sudah melebihi 2 dekade menyebabkan banyak sekali dokumentasi, panduan, dan komunitas aktif bertebaran di jagat maya. Jadi, tak perlu takut jika Anda mengalami kesulitan dalam mempelajari php.
  3. PHP bersifat open-source
  4. Banyaknya pilihan database .
  5. Kompatibilitas yang baik dengan HTML . script PHP tidak mengganggu HTML sama sekali. Akan tetapi HTML dan PHP saling melengkapi agar mendapatkan pengalaman mengelola website.
  6. Fleksibilitas tinggi. PHP bisa dikombinasikan dengan banyak sekali bahasa pemrograman lain. Sehingga dapat digunakan sesuai kebutuhan.
  7. Multi-platform. PHP bisa Anda gunakan di berbagai macam sistem operasi. Mulai dari Windows, Linux, hingga MacOS.
  8. Selalu diperbarui. sejak pertama kali muncul tahun 1995, sekarang PHP sudah berada pada versi 7.4.
  9. Mendukung layanan cloud 

Syntax PHP

Sama seperti bahasa pemerograman lainnya. PHP memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data sepeti operasi matematika, perulangan, pengkondisian, dan lainnya.

Dalam melakukan pengkodingan kita dapat menggunakan gaya pemerograman prosedural dan juga beroriaentasi objek. Baik prosedural maupun berorientasi objek sesuai dengan kebutuhan pengembang.

Syntax bahasa pemograman PHP untuk menampilkan tulisan “Hello, World!” yaitu:

Kelebihan bahasa pemograman PHP

Kelebihan dari bahasa pemerogrman PHP diantaranya:

  1. PHP memiliki komununitas yang sangat besar dikarenakan setidaknya dipelajari oleh programmer pemula.
  2. Open Source.
  3. Dapat dijalankan dalam ekstensi file HTML.
  4. Mendukung paket database MySQL, Oracle, PostgrSQL.

Kekurangan bahasa pemograman PHP

Adapun kekurangan dari bahasa Pemerograman PHP diantaaranya:

  1. Banyak kompetitor.
  2. Tidak memiliki tipe data.
  3. Rawan pembajakan.
  4. Kurang Prestisius.

Created By : Joliando Pulungan, Ahmad Rizky Andriawan

REFERENSI:

[1]. https://idcloudhost.com/panduan/mengenal-sejarah-dan-pengertian-pemrograman-php/ diakses pada 27 Februari 2021.

[2]. https://dosenit.com/kuliah-it/pemrograman/kelebihan-dan-kekurangan-php diakses pada 27 Februari 2021.

[3]. https://materibelajar.co.id/kelebihan-dan-kekurangan-php/ diakses pada 27 Februari 2021.

[4]. https://www.duniailkom.com/sejarah-php-dan-perkembangan-versi-php/ diakses pada 27 Februari 2021.

[5]. https://www.php.net/ diakses pada 27 Februari 2021  

[6]. https://www.pelajaran.co.id/2018/03/pengertian-php-sejarah-dan-fungsi-php-personal-home-page-dalam-pemograman-web-lengkap.html diakses pada 28 Februari 2021

[7]. www.niagahoster.co.id/blog/pengertian-php/ diakses pada 28 Februari 2021