Author : Mustajib

Adviser : Mustakim, ST., M.Kom.

Abstract :

Jumlah apotek semakin banyak membuat tingkat persaingan yang sangat ketat dan semakin terbuka dalam memenuhi tuntutan pasien yang juga semakin tinggi.Data resep pada apotek Rumah Sakit Umum Daerah Tembilahan saat ini hanya disimpan pada sebuah karton tiap bulannya dan hanyadiproses untuk menghasilkan laporan bulanan. Dengan menganalisa data resep obat, pihak apotek dapat melakukan berbagi strategi misalnya merencanakan persediaan obat dan mengatur tata letak obat sehingga mempercepat proses pelayanan. Metode Association Rule Mining merupakan salah satu cara untuk menganalisa data resep untuk mengatahui frekuensi obat keluar untuk perencanaan stok obat dan mengatahui pola kombinasi item obat untuk mengatur tata letak obat. Jumlah minimal 1 item obat pada resep dengan jumlah data 1494 resep didapatkan hasil tertinggi dengan nilai support 10,30% dan confidence 69,36% sedangkan jumlah minimal 2 item obat pada resep dengan jumlah data 1133 resep didapatkan hasil tertinggi dengan nilai support 13,59% dan confidence 69,36%, maka keputusan tata letak dan perencanaan obat menggunakan metode Association Rule Mining diimplementasikan pada sebuah aplikasi, dimana hasil dari aplikasi ini dapat membantu apoteker dalam pengambilan keputusan terhadap perencanaan ketersediaan dan tata letak obat pada priode selanjutnya

Kata Kunci : Apotek, Apriori, Association Rule Mining, Perencanaan Persediaan, Resep Obat, Tata Letak

Conclusion :

Berdasarkan hasil analisa perancangan dan implementasi aplikasi pendukung keputusan tata letak dan perencanaan persediaan obat menggunakan metode Association Rule Mining dengan algoritma Apriori didapat kesimpulan sebagai berikut:

  1. Jumlah minimal 1 item obat pada resep dengan jumlah data 1494 resep didapatkan hasil tertinggi dengan nilai support 10,30% dan confidence 69,36% sedangkan jumlah minimal 2 item obat pada resep dengan jumlah data 1133 resep didapatkan hasil tertinggi dengan nilai support 13,59% dan confidence 69,36%.
  2. Dengan adanya aplikasi pendukung keputusan tata letak dan perencanaan persediaan obat ini dapat memberikan informasi kepada apoteker tentang kecendrungan pasien membeli obat berdasarkan kombinasi 2 itemset sehingga dapat dilakukan pengaturan tata letak obat secara berdeketan untuk mempercepat proses pelayanan.
  3. Aplikasi ini dapat membantu apoteker untuk mengatahui obat yang paling sering dibeli dengan menampilkan grafik frekuensi per-item obat maupun kombinasi 2 itemset berdasarkan seluruh data resep yang keluar sehingga memudahkan apoteker untuk merencanakan persediaan obat untuk periode selanjutnya.

Sumber Gambar