Pendahuluan

Google Data Studio menjadi suatu perangkat data analisis keluaran Google. Google Data studio sangat tepat untuk pengiklanan online bagi para pengelola online store atau e-commerce dan Search Engine Optimization (SEO) yang ingin membuat suatu laporan yang menarik, mudah dipahami dan jelas untuk pelanggan atau bahkan untuk evaluasi kinerja mereka sendiri. Google Data Studio itu sendiri pertama kali diluncurkan di pertengahan Mei 2016 yang mana awalnya hanya bisa dipakai hingga lima laporan saja. Agar dapat mengakses google data studio. Kita harus terhubung dengan Google Analytics atau tag manager.

Google Data Studio mampu mengakses data yang dikumpulkan oleh produk milik perusahaan Google. Tautan data ini disebut dengan “Connector” di data studio itu sendiri. Kita dapat menggabungkan data dari berbagai connector mulai dari Google Analytic, data dari pengelola Iklan Google, Google Cloud SQL atau google Spreadsheet, Youtube Analytics, adWords, Attribution 3600 hingga BigQuerry. Selain Konektor standar, penyedia pihak ketiga juga dapat membagikan datanya menggunakan API Skrips Google Apps untuk dapat diproses di Google Data Studio. Ini disebut sebagai “Patner Connector” yang saat ini tersediah lebih dari 200 Konektor. Contohnya kita bisa memanfaatkan Patner Connector ini untuk menginput data dari Bing Ads, Criteo ataubahkan Linkedln. Semua data dapat di import kedalam data studio dengan database SQL dan file .csv

Selain kita dapat memasukan data dari sistem lain, kita juga bisa menggunakannya. Dalam Google Data Studio sendiri kita dapat menggunakan sumber data dalam tingkatan yang berbeda, diantaranya :

  1. Tingkat Laporan
    Komponen ini merupakan level tertinggi dalam rantai penyusunan Data Studio. Dengan melampirkan sumber data ke laporan yang ada, kita dapat menggunakannya di seluruh halaman. Umumnya kita mempunyai beberapa sumber yang tertaut langsung dengan laporan, namun kita hanya dapat memiliki satu sumber data sebagai defaultnya. Dalam hal ini sumber data tidak diatur di dalam laman atau bagan tingkat.
  2. Tingkat Halaman
    Komponen yang ada saat melaporkan ini, memungkinkan kita menetapka sumber data ke dalam halaman. Kita bahkan dapat membuat default untuk halaman tertentu, bahkan jika sumber data lain ditetapkan sebagai default dalam tingkat laporan.
  3. Tingkat Grafik
    Merupakan sebuah representasi grafis dari data halaman, halaman komponen ini menjadi level paling rendah. Kefleksibilitasnya untuk mengatur Sumber Data untuk Charts tertentu dan juga memiliki keuntungan besar ketika membangun dashboard untuk beberapa situs web, Negara, unit bisnis atau bahkan departemen.

Lalu bagaimana cara membuat laporan di Google Data Studio ?

Jika ini adalah kali pertama membuat Laporan di Google Data Studio. Langkah–langkah yang harus anda ikuti sebagai berikut:

1. Kunjungi halaman Google Data Studio di https://datastudio.google.com/
2. Pastikan terlebih dahulu anda sudah login menggunakan akun Google anda.
3. Pada halaman utama dasbor, klik tanda ( + Buat ) di pojok kiri atas
4. Karena ini kali pertama membuat laporan, akan muncul dialog seperti berikut, lalu klik mulai

5. Isilah bidang Nama Perusahaan jika mengatasnamakan perusahaan, jika hanya untuk keperluan pribadi biarkan saja kosong. Nama Perusahaan
tidak dapat diedit atau diubah.
6. Pilih Negara dan Bahasa, hal ini biasanya akan ditentukan secara otomatis jika akun google bersangkutan sudah menentukan Negara dan bahasanya. Anda dapat mengubah kapanpun
7. Persyaratan Layanan, Anda dapat membaca syarat dan ketentuan Google Data Studio secara seksama, kemudian setelah anda membaca, centak kotak bahwa anda menyetujui persyaratan tersebut.
8. Klik Tombol Setuju, dan pada halaman berikutnya akan muncul preferensi jika anda ingin menerima pemberitahuan dan berlangganan surat kabar dari Google Data Studio, jika sudah di isi anda bisa mengklik tombol, SELESAI.

Setelah melakukan langkah-langkah awal untuk membuat laporan di Google Data Studio untuk pertama kali atau pemula, maka langkah selanjutnya adalah membuat kanvas baru, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membuat kanvas laporan baru sebagai berikut :

1. Login ke Data Studio.

2. Klik tanda ( + ) di pojok kiri atas, lalu pilih laporan.

3. Akan muncul Dialog alat pengedit laporan dengan panel Tambahkan data ke laporan terbuka, panel ini memiliki 2 tab :

a. Tab Hubungkan ke data memungkin anda memilih Konektor
membuat sumber data baru. Lalu menambahkan ke laporan anda:
– Pilih jenis data yang ingin anda visualisasikan
– Berikan akun anda atau detail lainnya
– Klik Tambahkan di kanan bawa
b. Tab sumber data saya memungkinkan anda menambahkan
sumber data yang ada kedalam laporan. Tab ini menyertakan
contoh sumber data. Jika anda menambahkan sumber data maka
hasilnya akan bervariasi tergantung pilihan sumber data anda.

4. Sumber data ditambahkan ke laporan anda. Tabel muncul dengan kolom
dari sumber data tersebut. Gunakan panel property disebelah kanan untuk
mengubah data dan gaya.

5. Di kiri atas, berikan nama laporan sesuai keinginan anda dengan cara klik Laporan Tanpa Judul.

Tema dan Kostumisasi

Anda dapat menyesuaikan desain tampilan data laporan anda. Ketika anda mengedit canvas, maka akan muncul tab Tata Letak dan Tema di sisi sebelah kanan. Tentukan desain yang keren sesuai dengan keinginan anda untuk laporan anda tersebut.

Created By: Nopi Afriani & Rahmi Fariza

Referensi:
[1] https://datastudio.google.com/ diakses pada tanggal 27 Juli 2020
[2] https://support.google.com/datastudio/answer/6292570?hl=id diakses
pada tanggal 27 Juli 2020
[3] https://www.hestanto.web.id/google-data-studio/ diakses pada tanggal 26
Juli 2020
[4] https://www.posciety.com/cara-membuat-laporan-di-google-data-studio/
diakses pada tanggal 26 Juli 2020

Sumber Gambar