Author: Mustakim, Eki Saputra

Publish: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri

Abstrak:

Salah satu cara meningkatkan perkembangan ekonomi pangan masyarakat adalah dengan cara menanam dan mengembangkan berbagai tanaman yang mempunyai fungsi dan kebutuhan ganda seperti tanaman palawija. Kebutuhan akan seberapa banyak data hasil tanaman yang dihasilkan terkadang tidak dapat difungsikan dengan maksimal untuk kedepannya. Metode Marcov Chains mampu memberikan solusi untuk melakukan prediksi untuk penggunaan hasil data beberapa tahun kedepan dengan melakukan perbandingan data-data yang telah ada, dikembangkan menjadi sebuah aplikasi untuk memprediksi hasil-hasil tanaman jenis palawija untuk 4 tahun kedepan dengan menggunakan 4 data tanaman palawija yaitu Jagung, Kedelai, Ubi Jalar dan Kecang Tanah, sampel aplikasi mengguanakan 4 kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir yaitu Kemuning, Keritang, Kempas dan Tempuling. Data analisis diperoleh dari dinas Perkebunan dan Pertanian Indragiri Hilir 4 tahun terakhir yaitu 2008 sampai dengan 2011. Sistem ini dikembangkan secara dinamis dan mampu memberikan informasi data secara detail untuk prediksi beberapa tahun kedepan tanpa batasan Kecamatan, Tanaman ataupun kurun waktu setiap tahunya.

Kata Kunci: Aplikasi, Marcov Chains, Palawija, Prediksi, Sistem

Kesimpulan:

Dari pembahasan penelitian diatas dapat diambil sebuah kesimpulan yaitu sebagai berikut:

  1. Berdasarkan perhitungan dan analisis diperoleh hasil prediksi untuk satu tahun pertama prediksi memiliki tingkat perbedaan yang sangat signifikan dengan prediksi tiga tahun kedepanya, sedangkan untuk tahun kedua, ketiga dan keempat memiliki perbedaan nilai yang minimal (memiliki hasil prediksi yang sama) setiap jenis tanaman.
  1. Hasil analisis data akan berhenti pada sewaktu-waktu atau memiliki kesamaan prediksi pada tahun yang berbeda, dengan demikian metode ini tidak dapat digunakan pada jangka waktu yang sangat lama, karena waktu yang ditetapkan mempengaruhi tingkat akurasi data.
  1. Hasil prediksi untuk tahun kedua, ketiga dan seterusnya memiliki perhitungan atau perbedaan tidak lebih dari 2% pada setiap jenis tanaman. Sedangkan tahun pertama dengan tahun sebelumnya memiliki perbedaan yang berfariasi, hal ini akibat dari penentuan sebuah nilai State kejadian ( π (0)).

Sumber Gambar