Author: Azhiah Putri, Yogi Syafrialdi, Mustakim

Publish: Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri (SNTIKI) 9

Abstrak:
Salah satu hal penting yang diperlukan dalam dunia penerbangan adalah informasi meteorologi penerbangan yang tepat, akurat, dan handal, terutama tentang kondisi cuaca. Cuaca memiliki peran yang sangat penting dalam operasi penerbangan karena ada tiga fase yang sangat penting dan berhubungan dengan meteorologi yaitu lepas landas (take off), penerbangan, dan mendarat (landing). Dalam hal ini sejumlah unsur meteorologi dapat berpengaruh terhadap kondisi pesawat terbang. Diantara unsur cuaca yang dapat mempengaruhi ketiga fase di atas adalah temperatur, titik embun, jarak pandang, kecepatan angin, dan curah hujan. Dimana unsur cuaca tersebut harus diperhitungan dengan tepat terhadap faktor-faktor cuaca yang selanjutnya akan menentukan pengaruh udaranya dan selanjutnya akan menentukan daya angkat pesawat terbang. Menggunakan metode regresi linier berganda pada data tahun 2012-2017 di Bandara SSQ II Riau didapatkan pengaruh curah hujan sebesar 14,7% dari variabel dependen sedangkan sisanya dipengaruhi oleh unsur cuaca lainnya. Hasil penelitian ini dipandang perlu untuk mengetahui pengaruh unsur cuaca khususnya bagi dunia penerbangan sehingga pihak terkait dapat membuat standar yang diperuntukkan bagi keselamatan penerbangan.

Kata kunci: Cuaca, Data Mining, Knowledge Discovery in Databases (KDD), Regresi Linier Berganda

Kesimpulan:

  1. Nilai VIF untuk variabel Titik Embun 1.046 ,Jarak Pandang 1,074, Kecepatan Angin 1,114 dan Curah hujan 1.025, sedangkan Tolerance-nya 0,956 , 0,931 , 0,898 dan 0,975. Karena nilai VIF dari kedua variabel tidak ada yang lebih besar dari 5 maka tidak terjadi Multikolineritas. Karena tidak ada multikolineritas maka penelitian ini bia dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode regres linier berganda.
  2. Tabel Model Summary menunujukkan koefisien kolerasi sebesar 0.384. Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh = 0,147. Artinya pengaruh Curah hujan dapat menerangkan sebesar 14,7% dari variabel dependen sedangkan sisanya dipengaruhi oleh hal-hal lain.
  3. Nilai F tabel ANOVA diatas sebesar 66,185 < nilai F hitung sebesar 78,33, H0 ditolak dan H1 diterima. Maka hipotesis Variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependent. Maka dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh temperatur tarhadap titik embun, jarak pandang ,kecepatan angin dan curah hujan pada penelitian ini.
  4. Uji signifikansi a < 0.05 diperoleh yakni antara curah hujan dan suhu (a=0) dengan nilai kolerasi negatif r = -1.240 menunjukkan bahwa tingkat hubungan kuat negatif antara curah hujan dengan suhu. Sehingga jika curah hujan menurun maka perubahan suhu akan naik, dan jika curah hujan mengalami kenaikkan maka perubahan suhu akan turun.

Sumber Gambar