“Kuliah”, satu kata yang banyak didamba-dambakan oleh pelajar SMA sederajat ketika berbincang dengan teman-temannya. Banyak dari mereka yang ingin cepat-cepat langsung kuliah agar dapat menghindar dari tugas yang kata mereka sangat banyak. Banyak kita melihat di internet pembahasan mengenai hal ini. Karena mereka hanya mengetahui secuil kisah “indah” itu, “Kuliah kan enak kak, liburnya lama! 2 bulan mah tembus itu”. Membuat hati kecil ini tertawa terbahak-bahak, mereka tidak tau kisah pilu dibalik itu semua.

Mereka tidak tahu rasanya tidur tidak lebih dari 2 jam, syukur-syukur bisa tidur. Mereka tidak tahu rasanya di PeHaPe-in dosen. Mereka tidak tahu rasanya susah susah belajar tapi dapat nilai C, kalah saing sama mereka mereka yang kalau UTS atau pun UAS liatin Hape. Mereka tidak tau itu. Namun demikian, semakin sering kita menghadapi masalah, percayalah, disitulah kita ditempa agar lebih berkilau dan kuat dibanding sebelumnya. Dibalik kisah pilu itu, tentunya ada hikmah yang dapat diambil dan menjadi suatu hal yang berharga. Nah, apa saja itu?

1. Menemukan Jati Diri

Banyak dari mereka yang awalnya adalah seorang kutu buku, justru berubah menjadi kebalikannya setelah memasuki dunia perkuliahan. Aktif menjadi pengurus organisasi A, B, aktif menjadi panitia event ini itu. Entah apa yang terjadi, tetapi seiring berjalannya waktu, orang-orang yang dikenal sewaktu duduk dibangku sekolah dulu, menjadi orang yang berbeda, menjadi lebih baik dalam hal kepercayaan diri.

Spekulasi adalah efek dari lingkungan. Yang awalnya cuma ikut-ikutan masuk organisasi ini itu, setelah mengenal orang-orang yang baru, mengalami masa-masa sulit dan bagaimana mereka harus memecahkannya karakter mereka pun terbentuk dengan sendirinya. Atau dari diri sendiri, karena ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

2. Skill Berkomunikasi Meningkat

Ya, tanpa kita sadari, kemampuan kita berkomunikasi dengan sekitar sudah meningkat. Ada yang meningkat secara drastis ada juga yang secara bertahap, itu semua tergantung frekuensi kita berbicara didepan umum.

Bukan hal yang mudah tentunya untuk berbicara didepan khalayak ramai, butuh keberanian yang besar untuk melakukannya. Banyak dari kita yang masih takut-takut untuk mengutarakan pendapat kita didalam suatu forum. Takut salah bicara, takut pendapat kita ditolak mentah-mentah bahkan dicemooh, pokoknya banyak takutnya deh.

Nah, kok bisa sih skill komunikasi kita bertambah? Satu alasan yang pasti adalah karena kita sudah terbiasa melakukan presentasi di depan kelas di jam kuliah. Yah tergantung dikamunya juga sih, kalau kamu presentasi cuma baca slide, jangan harap deh bisa mengasah kemampuan berbicara kamu. Alih alih paham materi, baca slide aja masih banyak salah-salahnya. Inilah kasus yg banyak saya temui di perkuliahan.

Lalu bagaimana caranya agar kita berani untuk public speaking seperti itu?

  1. Hal yg pertama kamu lakukan setelah mendapatkan materi adalah memahami materi itu sendiri. Kan lucu kalau kamu sendiri gak paham, tapi ngotot supaya audience paham apa yg kita ucapkan, jangan egois deh.
  2. Lupakan persepsi kamu akan melakukan kesalahan ketika menyampaikan materi.
  3. Bangun rasa percaya diri, ini nih yg sulit untuk dilakukan.
  4. Apabila kamu nervous atau gugup ketika presentasi berlangsung, tips dari saya adalah lakukan gerakan-gerakan ringan (body language), seperti gambar disamping.

Dijamin rasa gugup kamu sedikit berkurang, karena saya sendiri sering melakukannya. Masih banyak lagi gerakan lain yg bisa kamu lakukan seperti menyampaikan materi sambil berjalan, dan lain sebagainya.

3. Mulai Terbiasa Bekerja Secara Teamwork

Ya, kerjasama. Kamu pasti sering mendengar dari dosen dosen kamu “teamwork itu penting, karena didunia kerja kalian tidak akan bekerja secara sendiri sendiri, kalian akan bekerja dengan tim”. Memang benar, didunia kerja kita akan bekerja sesuai divisi kita, dalam satu divisi terdapat beraneka ragam watak dan sifat orang didalamnya, kita dituntut untuk bisa bekerjasama dengan mereka. Lain cerita kalau kamu buka usaha sendiri.

Lalu mengapa kita terbiasa bekerjasama? Dalam perkuliahan, dosen menilai kita dengan nilai mandiri dan nilai terstruktur. Nilai mandiri adalah nilai perindividu, dimulai dari tugas mandiri, keaktifan didalam kelas, dan lain sebagainya. Sedangkan nilai terstruktur, dosen mengambilnya dari cara kita bekerja dalam tugas kelompok.

Dosen akan tahu siapa yg membuat, siapa yg paham, dan siapa yg hanya menjadi benalu didalam kelompok tersebut. Selama kita mengerjakan tugas kelompok, kita berdiskusi, saling mencurahkan isi pikiran kita, jadi seiring berjalannya waktu, kita sudah terbiasa teamwork.

Tetapi faktanya, masih banyak mahasiswa-mahasiswa yg sangat terpelajar ini enggan untuk berkontribusi didalam kelompoknya, seperti meme disamping.

4. Mendapatkan Teman Luar Daerah

Ini nih, hal positif berharga lainnya yg bisa kita dapatkan selama diperkuliahan. Dapat teman baru luar daerah. Bermacam-macam budaya dan bahasa bisa kita pelajari secara gratis..tis..tis. Selain itu kita bisa saja diajak kekampungnya ketika liburan semester. Kan lumayan liburan ngirit.

Kalau kamu punya ambisi besar ingin mengikuti kegiatan pertukaran pelajar kamu malah bisa punya teman dari luar negeri, yang mana budaya, ras, bahasa dan mindset lebih beragam. Di kampus-kampus banyak menawarkan kegiatan student excange atau kegiatan seminar penelitian, kuy dekat-dekat dosen. Kamu harus coba!

5. Menjadi Pribadi yang Lebih Bertanggung Jawab

Didunia perkuliahan kamu dituntut untuk bertanggung jawab atas segala yang kamu kerjakan. Mau kamu masuk atau tidak, mau kamu kerjain tugas atau tidak, mau kamu cepat tamat atau tidak, itu semua kamu yang menentukan. Gak ada ceritanya pihak kampus akan panggil orang tua kamu karna tidak masuk kampus, atau karna tidak mengerjakan tugas. Karna setelah selesai menuntaskan studi kamu di bangku perkuliahan, kamu akan menjadi bagian dari masyarakat, bukan anak-anak lagi yang masih bisa bermain-main. Bahkan di beberapa Universitas memfasilitasi mahasiswanya untuk belajar bagaimana berbaur bersama masyarakat melalui program yang namanya Kuliah Kerja Nyata disingkat KUKERTA atau KKN.

6. Memiliki Skill Baru Sebagai Penunjang Dunia Kerja

Nah, kalau poin yang satu ini, tergantung seberapa rajin kamu mengikuti pelatihan baik lingkup kampus maupun diluar kampus, dari yang free sampai yang berbayar. Dengan begitu banyaknya pelatihan yang tersedia selama kamu duduk dibangku perkuliahan, tidak mungkin skill kamu segitu segitu aja kan?

Kemudian apply kan dirimu menjadi salah satu asisten praktikum atau pun asisten dosen, selain kamu meningkatkan skill yang didapat kamu juga bisa menerima pendapatan dari hasil kerja sampingan sebagai mahasiswa. Selain itu pengalaman sebagai asisten akan layak dipertimbangkan saat kamu mencari pekerjaan kelak.

Selain itu, jika kamu memiliki banyak waktu luang ikut kan dirimu menjadi seorang volunteer suatu event atau sebuah organisasi, selain skill yang diperoleh dari mata kuliah skill yang ditawarkan dalam berorganisasi pun layak untuk diperhitungkan, misalnya kamu akan diajari cara mengorganisasikan sebuah tim dalam suatu acara, mencari sponsorship, membuat proposal dan lain sebagainya. Rugi kalau untuk dilewatkan!

Lain hal apabila kamu hanya mengharapkan ilmu yang diberikan oleh dosen. Kuliah hanya sekedar mengisi absen, duduk manis mendengarkan ocehan dosen, pas jam habis langsung nongkrong di kantin. Dijamin skill kamu stuck di level yang sama, gk ada peningkatan, atau bahkan bisa menurun. Nah, kalau sudah begini, mungkin ada yang salah didiri kamu, dengan banyaknya fasilitas dan kesempatan seperti itu, justru kamu menyia- nyiakannya.

7. Mendapatkan Relasi

Poin selanjutnya yakni mendapatkan relasi. Ya, selama kamu kuliah, pastinya kamu bertemu dengan orang- orang baru. Bahkan orang yang paling introvert sekalipun, pasti dipaksa untuk bersosialisasi. Relasi dibangku perkuliahan dapat terjalin dengan banyak cara, dimulai dari tugas observasi lapangan, program magang, program KUKERTA atau KKN, penelitian tugas akhir, dan lain sebagainya. Relasi sangat berguna dalam proses pencarian kerja ketika nantinya kamu menjadi fresh graduate. Dengan relasi yang kamu punya, nantinya kamu justru direkomendasikan langsung oleh orang-orang yg kamu kenal tersebut apabila perusahaannya membuka lowongan kerja. Untuk itu, mulai sekarang perbanyaklah bangun relasi dimulai dari orang-orang disekitarmu, apalagi relasinya dari luar negeri wih lebih keren kan. Yang pasti jika kamu lebih serius menekuni hal-hal yang disebutkan tadi ya, orang lain akan melihat kamu memiliki nilai lebih dibandingkan yang lain.

8. Mandiri

Selama masa perkuliahan secara perlahan-lahan jiwa kemandirianmu mulai terbentuk, dimulai dari hal terkecil misalnya mengerjakan tugas individu dari dosen, terpaksa tinggal terpisah atau istilah mahasiswanya ngekos yang mana urusan perut, tidur bangun, kebersihan harus kamu pikirkan sendiri belum lagi yang hanya diberikan uang saku pas-pasan beh harus mikir bolak-balikkan otak untuk cari uang jajan tambahan atau sekedar membeli paket kouta internet, yakan. Belum lagi masuk ke hal yang agak serius seperti urusan magang, beberapa kampus menugaskan mahasiswanya untuk magang secara individu, terkadang kamu harus keliling kota untuk cari lokasi magang, presentasi dan mengerjakan laporan, dan yang lebih serius lagi saat kamu mulai mencicipi pahitnya kertas skripsi, apalagi kalau kamu tidak punya relasi yang mempercepat kehadiran toga, ya kamu harus usaha sendiri bos berjam-jam di perpustakaan, duduk di bangku-bangku kampus untuk internetan, bimbingan dengan dosen, coret acc, seminar, coret acc, sidang, terpaksa mandiri untuk menyelesaikan yang harus diselesaikan tidak bergantung dengan orang lain.

Itulah 8 hal berharga yg bisa kita dapatkan selama mengenyam bangku perkuliahan, sebenarnya masih banyak yg bisa kita dapatkan dalam perkuliahan. Tetapi kalian bisa cari tahu sendiri dengan mengeksplorasi dunia perkuliahan versi kalian. Eits, poin-poin diatas hanya akan kamu rasakan jika kamu benar-benar menikmati dan niat dalam menjalani dunia perkuliahan ya.

REFERENSI SUMBER GAMBAR BY GOOGLE

Original Create by : Imaduddin Syukra & Risma Rustiyan R

Sumber Gambar